
Sering kita dengar kata-kata mencalonkan atau di calonkan.Apalagi pada saat moment pemilihan pemimpin .apa bedanya sich? mencalonkan berarti meminta sebuah jabatan,amanah atau apalah namanya yang jelas si pelaku ingin dirinya menjadi seorang pemimpin atau pemegang amanah itu.Karena keinginan yang kuat untuk sebuah jabatan terkadang para pelaku akan melakukan apa saja agar dia bisa mencalonkan diri,baik dengan materi,atau meraih dukungan sebanyak-banyaknya agar tujuan keinginannya tercapai.Tapi ini lah hal positif yang saya temukan di PKS ,yaitu kader-kadernya tidak ada yang meminta-minta amanah,atau meminta sebuah jabatan,apalagi keinginan agar di calonkan.Contohnya para caleg sekarang,sering kita dengar dalam koran tertulis si fulan mencalonkan diri sebagai caleg pada sebuah partai di pemilu 2009 nanti.Juga mencalonkan itu di sematkan dalam diri para kader pKS oleh semua media masa,tapi tetap ada perbedaan,karena masih terbayang dalam ingatan saat ada seorang kader PKS yang diangkat menjadi ketua DPC sang kader menangis tersedu-sedu.Semua yang hadir terkejut bukan main,ternyata sang kader menangis karena beratnya amanah yang akan dipikulnya.ya.. amanah adalah sebuah tanggung jawab yang akan di minta pertanggung jawaban oleh Allah,apakah kita melaksanakan dengan maksimal atau tidak.Begitulah sikap orang-orang beriman yang tidak mau meminta-minta amanah atau jabatan,tapi disaat dakwah ini memintanya atau dia dicalonkan menjadi seorang pemimpin karena dianggap mampu melaksanakan amanah tersebut maka amanah itu diterima untuk kemudian dilaksanakan dengan baik.begitulah perbedaan yang sangat jauh..disaat orang-orang banyak yang meminta-minta amanah maka justru terlihat Partai Keadilan sejahtera tidak ada kata mencalonkan tapi PKS sendiri yang akan mencalonkan siapa kira-kira yang layak diberi amanah,tentu dengan melihat profesional dibidangnya,melihat track record kerja-kerjanya sebelelumnya dan yang pasti hal utama yang mesti di perhatikan adalah aspek moralnya,baik kejujuran,sikap menolong ,sabar,amanah dan lain sebagainya. sungguh amanah sebuah kepemimpinan amatlah berat kalau kita tahu ujung dari pertanggung jawabannya.... so masih mau mencalonkan diri??



